Selasa, 10 Mei 2011

Angelina: Saya Tidak Pernah Minta Jatah

Jakarta - Anggota Komisi X DPR Angelina Sondakh membantah dirinya terlibat dalam kasus dugaan suap di Kemenpora. Dia menegaskan tidak pernah meminta jatah atas golnya anggaran Rp 200 miliar untuk pembangunan Wisma Atlet SEA Games itu.

"Itu tidak benar. Saya tegaskan lagi ya, tidak pernah saya meminta jatah untuk Komisi X," ujar Angelina usai menghadiri jumpa pers Komisi X DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/5/2011).

Sebelumnya Angelina disebut-sebut sebagai koordinator pengamanan anggaran pembangunan

Hukuman Ditambah Jadi 9 Tahun, Haposan Ajukan Kasasi

Jakarta - Hakim tingkat banding menambah vonis terpidana kasus mafia hukum Haposan Hutagalung menjadi 9 tahun. Atas vonis tersebut, Haposan akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

"Sudah pasti kami akan melakukan kasasi atas putusan ini. Putusan ini sangat tidak adil," ujar pengacara Haposan, Jhon Panggabean saat dihubungi detikcom, Rabu (11/5/2011).

Bila Terbukti Bersalah, Skors dan Pemecatan Menunggu Nazaruddin

Jakarta - Dewan Kehormatan Partai Demokrat menunggu testimoni dari Bendahara PD Nazaruddin pada Jumat (13/5) depan, terkait suap Wisma Kemenpora. Berdasarkan peraturan partai, bila terbukti bersalah, Nazaruddin bisa dikenai skorsing hingga pemecatan dari partai.

"Itu dinilai nanti berat ringannya. Bisa teguran tertulis bisa lebih berat lagi skors sampai terberat, pemberhentian dari jabatan," ujar Sekretaris Dewan Kehormatan Amir Syamsuddin saat dihubungi detikcom, Rabu (11/5/2011).

Testimoni yang akan diberikan Nazaruddin tersebut, lanjut Amir, adalah upaya dari bendahara PD untuk menyampaikan pembelaan. "Kami akan menilai nanti, tapi kan kita lihat testimoninya dulu," kata Amir.

Habibie: Kalau Tahu Al Zaytun Terkait NII Akan Saya Larang

Jakarta - Sepengetahuan mantan Presiden RI ke 3 BJ Habibie, Ponpes Al Zaytun yang diresmikannya adalah untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bila tahu Al Zaytun terkait dengan NII KW Habibie pun akan melarang pondok pesantren megah di Indramayu itu.

"Kalau tahu, bukan hanya saya datang. Tapi saya larang," ujar Habibie usai memberikan kuliah tamu di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Selasa (10/5/2011).

Habibie memang presiden yang meresmikan Al Zaytun pada Tahun 1999 lalu. Namun Habibie meresmikan pesantren itu karena menilai Al Zaytun adalah pesantren modern yang mengembangkan keagaaman dan ilmu pengetahuan.

"Sesuai permintaan Menteri SDM, Ponpes Al Zaytun diresmikan untuk pengembangan Iptag serta Iptek," katanya Habibie.